Belajar dari Ibrahim
Belajar taqwa kepada Allah
Belajar dari Ibrahim
Belajar untuk mencintai Allah
Malu pada bapak para Anbiya
Patuh dan taat Allah semata
Tanpa pernah mengumbar kata-kata
Jalankan perintah tiada banyak bicara
(“Belajar dari Ibrahim” by SNADA)
Tak lama lagi kita akan bersua dengan dengan hari raya nan akbar bagi umat Islam, hari raya Idul Adha, yang jatuh pada 10 Dzulhijjah 1430 H, atau 27 November dalam kalender masehi. Hari raya yang menjadi penyempurna rukun Islam yang kelima ini hadir sebagai pengganti dua hari raya penduduk Madinah sebelum datangnya rasulullah, yaitu hari hari Nairuz dan hari Mahrajan. Seperti sabda Rasulullah, “ Aku datang kepada kalian sedang kalian memiliki dua hari yang kalian bersenang-senang di dalamnya pada masa jahiliah. Sungguh Allah telah menggantikan untuk kalian yang lebih baik dari dua hari itu, yaitu hari raya Qurban dan hari raya Idul Fithri”.
Pada hari raya ini, disunahkan kepada umat muslim di seluruh dunia untuk melaksanakan ibadah sholat sunah dua rokaat (sholat Ied) dan menyembelih hewan kurban. Penyembelihan hewan kurban sendiri adalah salah satu fragmen rekonstruksi (napak tilas) atas satu kisah monumental, tentang Ibrahim dan putra terkasihnya, Ismail. Ibnu Katsir, salah seorang ulama tafsir terkemuka menyatakan apabila Allah SWT mengabadikan satu kisah dalam Al Quran, maka sesungguhnya kisah ini amat bernilai tinggi dan berisikan pelajaran yang sangat berharga bagi manusia. Satu kisah yang mengharu-biru dan memberikan kesan mendalam bagi setiap muslim. Betapa tidak, Nabi Ibrahim yang telah menunggu kehadiran buah hati selama bertahun-tahun ternyata diuji oleh Allah untuk menyembelih putranya sendiri, ‘hanya’ melalui sebuah mimpi. Sebuah konflik peran yang cukup dilematis bagi Ibrahim, dimana ia dituntut untuk memilih antara melaksanakan perintah Tuhan (sebagai utusan-Nya) atau mempertahankan buah hati dengan konsekuensi tidak mengindahkan perintahNya (sebagai ayah). Hanya karena ketakwaan yang kuat lah, perintah tersebut akhirnya dilaksanakan. Dan pada akhirnya, Nabi Ismail tidak jadi disembelih dengan digantikan seekor domba. Hal ini diabadikan dalam al Quran surat ash Shaffat ayat 102-109. Continue reading



Selasa, 11 Agustus 2009 Selasa, 13 Agustus 2009 Pk. 13.30 WIB, ICW mendatangi kantor KPK untuk melaporkan Dugaan Pelanggaran Kode Etik Pimpinan KPK yang dilakukan oleh Antasari Azhar ketika masih menjabat Ketua KPK. Hadir dari ICW: 1. Emerson Yuntho, Wakil Koordinator ICW, 2. Illian DETA Arta Sari, Koordinator Bidang Hukum dan Monitoring Peradilan, 3. Febri Diansyah, Peneliti Hukum ICW. ICW diterima oleh bagian Pengaduan Masyarakat oleh tiga orang: 1. Penasehat KPK, Abdullah H., 2. Petugas Bagian Pengaduan Masyarakat, 3. Petugas Bagian Pengawasan Internal